Minggu, 22 Oktober 2017

PENGERTIAN HUMANIORA HUMANIORA SEBAGAI ILMU, TEKNOLOGI, DAN NILAI

PENGERTIAN HUMANIORA
HUMANIORA SEBAGAI ILMU, TEKNOLOGI, DAN NILAI


Taukah kalian apa itu Humaniora?
Menurut bahasa latin, humaniora disebut artes liberales yaitu studi tentang kemanusiaan. Sedangkan menurut pendidikan Yunani Kuno, humaniora disebut dengan trivium yaitu logika, retorika dan gramatika. Pada hakikatnya humaniora adalah ilmu-ilmu yang bersentuhan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mencakup etika, logika, estetika, pendidikan pancasila, pendidikan kewarganegaraan, agama dan fenomenologi. Secara umum humaniora dapat diartikan  sebuah disiplin akademik yang mempelajari kondisi manusia, menggunakan metode yang terutama analitik, kritikal, atau spekulatif, sebagaimana dicirikan dari sebagian besar pendekatan empiris alami dan ilmu sosial.
Humaniora, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Balai Pustaka: 1988) adalah  ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya.
Humaniora adalah suatu pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari terutama untuk orang orang yang berprofesi sebagai contoh profesi bidan, ilmu dimana membuat manusia lebih manusiawi agar tidak terjadinya tindakan yang tidak berperikemanusiaan.
Humaniora merupakan studi yang memusatkan perhartiannya pada kehidupan manusia, menekankan unsur kreativitas, kebaharuan, orisinalitas,keunikan. Berusaha mencari makna dan nilai, sehingga bersifat normatif.
Alasan penerapan ilmu Humaniora dalam ilmu kebidanan yaitu bidan adalah seseorang pada barisan pertama untuk menangani masalah kesehatan pada masyarakat.Hal ini membutuhkan aturan humaniora dalam menjalankan profesi di kehidupannya. Seorang bidan akan menangani kehamilan, menolong persalinan, nifas, dan menyusui yang keseluruhan mencangkup setengah dari masa kehidupan manusia. Bidan juga memiliki peluang untuk melakukan aborsi yang dapat membatasi kelahiran manusia maka dari itu sungguh penting ilmu humaniora diterapkan di ilmu kebidanan.

Humaniora sebagai ilmu, teknologi, dan nilai
Di zaman yang sangat canggih ini sungguh banyak teknologi-teknologi yang dapat membantu mempermudah manusia untuk melakukan aktivitasnya. Penguasaan dan pengembangan ilmu dan teknologi harus dapat memberi manfaat bagi kesejahteraan manusia dan disini Humaniora membawa nilai nilai budaya manusia, nilai nilai yang universal, tanpa humaniora pengembangan ilmu dan teknologi tidaklah bermanfaat.


Kita bisa lihat dari gambar diatas bahwa dengan ilmu seorang ahli itu dapat mengerti dan mengaplikasikan keahliannya tentang teknologi yang baru itu untuk membantu persalinan seorang ibu dan dengan nilai nilai humaniora yang sudah dipelajari dengan baik dapat membantu ibu itu dengan norma norma yang benar, maka dari itu ilmu humaniora sangatlah penting untuk dipelajari.
Humaniora sebagai ilmu, teknologi dan nilai

1.
  Humaniora sebagai ilmu
a.    Ilmu kedokteran
     lebih khusus dalam kaitan dengan pengembangan ilmu dan teknologi, ialah iptek kedokteran. Kedokteran adalah ilmu yang paling manusiawi, seni yang paling indah, dan humaniora yang paling ilmiah (pellegrino, 1970).
     clauser (1990) berpendapat bahwa mempelajari humaniora – sastra, filsafat, sejarah – dapat meningkatkan kualitas pikir (qualities of mind) yang diperlukan dalam ilmu kedokteran. Kualitas pikir tidak lagi terfokus pada hal-hal hafalan, materi baku, konsep mati, tetapi ditingkatkan dalam hal kemampuan kritik, perspektif yang lentur, tidak terpaku pada dogma, dan penggalian nilai-nilai yang berlaku didalam ilmu kedokteran.
     ilmu kedokteran, selain ilmu-ilmu dasar, adalah juga profesi. Pengembangan profesi cenderung mengkotak-kotakkan pada bidang spesialisasi.
1.    Aplikasi humaniora di dalam ilmu kedokteran :
  praktek kedokteran 
  pelayanan kesehatan 
  pendidikan kedokteran 
  penelitian 
2.    dasar pengaplikasian :
  pemisahan antara jasad dan jiwa 
  pemisahan antara pencegahan  dan pengobatan 
  penghambaan diri terhadap   teknologi modern
  berlebihan dalam mengejar    spesialisasi 
  perbedaan dalam tingkat   pelayanan kesehatan 
b.    Humaniora medis
     Humaniora medis merupakan bidang interdisipliner medis dimana termasuk humaniora (literatur, filosofi, etika, sejarah dan bahasa), ilmu sosial (antropologi, studi budaya, psikologi, sosiologi), dan seni (literatur, teater, film dan seni visual) dan aplikasinya terhadap edukasi dan praktek medis. 
     Humaniora dan seni memberikan pengertian yang dalam tentang kondisi manusia, penderitaan, kemanusiaan dan tanggung jawab kita satu sama lain, dan menawarkan perspektif sejarah dalam praktek medis. 

2.
  Humaniora sebagai teknologi
M.T.Zen (2000, 97) abad ke-21 ini dunia dikuasai 3 bidang teknologi, yaitu :
1.  Teknologi informasi 
Teknologi informasi terkait dengan kemajuan di bidang pertelevisian, internet, handphone yang memudahkan penyampaian dan penerimaan informasi dalam akselerasi yang luar biasa.
2.  Bio-teknologi
Bioteknologi terkait dengan pemanfaatan di bidang peternakan, pertanian, kedokteran dan teknologi kloning yang memanipulasi gen. 
3.    Teknologi nano. 
Teknologi nano ialah memanipulasi struktur molekul dengan memanipulasi atom-atom menjadi molekul-molekul. 

3.
  Humaniora sebagai nilai
a.    Humaniora dan nilai kemanusiaan
Unsur kemanusiaan (humaniora) mencakup manusia sebagai makhluk budaya dannilai kemanusiaan, melingkupi kajian-kajian :
1.
  Hakikat manusia sama (universal)
2.
  Kebutuhan hidup manusia
3.
  Sikap dan perilaku manusia
4.
  Kehidupan manusiawi dan tidak manusiawi
5.
  Upaya-upaya memanusiakan manusia
b.    Humaniora dan agama
semula humaniora mencakup didalamnya juga agama/kepercayaan, tetapi kemudian, sejak william caxton (1422-1491) (encycl britt, 1973) agama dipisahkan dari humaniora mempercayai adanya kekuatan supranatural merupakan naluri manusia. Nilai-nilai agama diturunkan kepada manusia melalui wahyu, yang dibawakan oleh utusannya. 
Penguasaan ilmu dan pengembangan teknologi adalah upaya pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk menjaga tercapainya tujuan tersebut, perlu hal tersebut dijaga, dikoridori oleh nilai-nilai budaya, dan nilai-nilai agama. Para agamawan/ruhaniawan tidak seharusnya terpaku pada kaidah-kaidah klasik dan baku, dalam mengantar, mengawal, perkembangan ilmu dan teknologi agar benar-benar bermanfaat bagi manusia. Agama (islam) membuka pintu kajian-kajian terhadap rancangan, hasil, dan pemanfaatan dari pengembangan iptek. Pintu tersebut adalah ijtihad. 



8 komentar:

  1. Mengapa Sejarah dikategorikan sebagai ilmu humaniora karena ilmu sejarah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena sejarah membahas mengenai cerita atau asal usul mahluk hidup (biasanya manusia)

      Hapus
  2. Jadi humaniora itu membahas tentang sosial yang tidak menonjolkan kekerasan?

    BalasHapus
  3. karena Sejarah adalah intisari kehidupan manusia, tanpa sejarah arah langkah menjadi kabur, mata buta, kaki pincang, puncak humaniora adalah keadilan. Keadilan penguasa dan juga rakyat jelat.

    BalasHapus
  4. Apakah setiap para pesialis kesehatan harus memegang prinsip humaniora?

    BalasHapus
  5. Kak bisa minta tolong sertakan sumbernya dariman. Terimakasih

    BalasHapus
  6. 8 ruang lingkup humaniora apa truz yg bertentangan dgn humaniora itu apa

    BalasHapus
  7. mau tnaya kak ! contoh nyata yang termasuk dari pendidikan humaniora itu seperti apa ?

    BalasHapus