Minggu, 22 Oktober 2017

KONSEP DASAR ETIKA

KONSEP DASAR ETIKA

1.    ETIKA DAN MORAL
A.  Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani ethos, yang berarti tempat tinggal yang biasa, kandang, kebiasaan, adat, watak, perasaan, sikap, cara berfikir, dalam bentuk jamak ta etha artinya adat kebiasaan.
1.    Faktor-faktor yang melandasi etika adalah meliputi hal tersebut dibawah ini:
a.
  Nilai-nilai atau value.
b.
  Norma.
c.  Sosial budaya.
d.  Religius
1)  Agama mempunyai hubungan erat dengan moral.
2)  Agama merupakan motivasi terkuat perilaku moral atau etik.
3)  Agama merupakan salah satu sumber nilai dan norma etis yang paling penting.
4)  Setiap agama mengandung ajaran moral yang menjadi pegangan bagi perilaku para anggotanya.
e.  Kebijakan atau policy maker, siapa stake holdersnya dan / bagaimana kebijakan yang dibuat sangat berpengaruh atau mewarnai etika maupun kode etik.
2.  Etika sebagai ilmu terbagi menjadi tiga, yaitu etika deskriptif, etika normatif, dan metaetika.
a.  Etika Deskriptif
Etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya, adat kebiasaan, anggapan-anggapan tentang baik dan buruk, tindakan-tindakan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Etika deskriptif hanya melukiskan dan tidak member penilaian.
b.  Etika Normatif
Etika normative merupakan bagian terpenting dari etika dan bidang dimana berlangsung diskusi-diskusi yang paling menarik tentang masalah-masalah moral. Etika normative mendasarkan pendiriannya atas norma. Para ahli dalam ilmu ini tidak bertindak sebagai penonton netral, akan tetapi turut melibatkan diri dengan mengemukakan penilaian tentang perilaku manusia.
c.  Metaetika
Yang dipelajari dalam ilmu metaetika bukanlah moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan kita di bidang moralitas. Dapat dikatakan pula, metaetika mempelajari logika khusus dari ucapan-ucapan etis.
d.  Tujuan Belajar Etika
adalah membuat mahasiswa menjadi lebih kritis ;
Kritis
terhadap lembaga-lembaga masyarakat : orang tua, agama, Negara dan lain-lain. Kritis terhadap berbagai ideologi. Kritis terhadap diri sendiri.
B.   Pengertian Moral
     Moral berasal dari kata bahasa latin mores yang berarti adat kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia moral berarti akhlak atau kesusilaan yang mengadung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku dalam hidup.
1.    Beberapa sistem filsafat moral
-    Hedonisme
Ditemukan pada aristipos dari Kyrene (sekitar 433 – 355 SM) seorang murid Sokrates. Hedonimesme itu sendiri merupakan suatu kesamaan yang dapat memuaskan keinginan dan meningkatkan kuantitas kesenangan atau kenikmatan dalam diri kita.
-     Aeudominisme
Menurut
pendapat Aristoteles (384 – 322 SM) ia menegaskan bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan yang dapat dikatakan bahwa setiap perbuatan kita ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kita. Contohnya kita minum obat untuk bias tidur dan kita tidur untuk dapat memulihkan kesehatan.
-     Utilitatisme
a.
   Utilitasrime klasik
Aliran ini berasal dari tradisi pemikiran moral di United Kingdom dan di kemudian hari berpengaruh keseluruh kawasan yang berbahasa Inggris. Pada tahun 1711 – 1776 David Hume memberikan sumbangan penting kearah perkembangan aliran sebagai dasar etis untuk memperbaharui hukum Inggris khususnya hukum pidana.
b.  Utilitarisme aturan
Ditemukan oleh filsafat Inggrisya itu Stephen Toulmin. Menegaskan bahwa prinsip kegunaan tidak harus diterapkan atas aturan moral yang mengatur perbuatan kita.
-     Deontologi
Disini
memperhatikan hasil perbuatan baik tidaknya perbuatan dianggap tergantung pada konsekuensinya.
2.  Tahap-tahap dalam perkembangan moral
-    Tingkat Pra konvensional
Pada tingkat ini si anak mengaku adanya aturan-aturan dan baik serta buruk mulai mempunyai arti baginya tapi hal itu semata-mata dihubungkan dengan reaksi orang lain.
-     Tingkat Konvensional
Pada tingkat ini biasanya anak mulai beralih ke tingkat antara umur 10 dan 13 tahun. Disini perbuatan mulai di nilai atas dasar norma umum dan kewajiban serta otoritas di junjung tinggi.
-     Tingkat Pasca konvensional
Tingkat ini disebut juga tingkat ”otonom” atau tingkat berprinsip. Pada tingkat ketiga ini hidup moral dipandang sebagai penerimaan tanggung jawab pribadi atas dasar prinsip yang dianut dalam batin.

2.   Amoral dan Imoral
a.   Amoral oleh Concise Oxford Dictionary, tidak berhubungan dengan konteks moral, diluar suasana etis, non moral.
b.   Dalam kamus yang sama Imoral berarti bertentangan dengan moralitas yang baik, secara moral buruk.
c.   Amoral, Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dijelaskan tidak bermoral, tidak berakhlak.

3.   Etika dan Etiket
     Etika dan etiket memiliki arti yang berbeda. Etika adalah moral dan etiket berarti sopan santun. Akan tetapi etika dan etiket memiliki persamaan.
a.  Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia.
b.  Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif.
     Contoh etiket dan penerapannya dalam masyarakat
     Misalnya dalam makan, etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi, kalau sudah selesai tidak boleh mencuci tangan terlebih dahulu,
     Makan sambil menaruh kaki di atas mejadi anggap melanggar etiket bila dilakukan bersama-sama orang lain,
     Makan dengan tangan,
     Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket.

4.  Etika Sebagai Cabang Filsafat
A.  Pengertian Filsafat
1.   Arti Secara Etimologi
Filsafat dari kata philo yang berarti cinta dan kata sophos yang berarti ilmu atau hikmah. Secara etimologi filsafat berarti cinta terhadap ilmu dan hikmah.
2.   Arti Secara Terminologi
Menurut istilah (terminologi) filsafat adalah cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkan falsafah Islam, memusatkan perhatian pada falsafah Islam dan menciptakan sikap positif terhadap falsafah Islam. Filsafah Islam merupakan medan pemikiran yang terus berkembang dan berubah
B.  Hubungan Etika dengan Ilmu Filsafat
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengkaji segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan menggunakan pikiran. Bagian-bagiannya meliputi:
1.    Metafisikaya itu kajian dibalik alam yang nyata,
2.   Kosmologiaya itu kajian tentang alam,
3.   Logikaya itu pembahasan tentang cara berpikir cepat dan tepat,
4.   Etikaya itu pembahasan tentang tingkah laku manusia,
5.   Teologiya itu pembahasan tentang ketuhanan,
6.   Antropologiya itu pembahasan tentang manusia
C.   Etika Sebagai Ciri Khas Filsafat
Etika filsafat merupakan ilmu penyelidikan bidang tingkah laku manusiaya itu menganai kewajiban manusia, perbuatan baik buruk dan merupakan ilmu filsafat tentang perbuatan manusia. Banyak perbuatan manusia yang berkaitan dengan baik atau buruk, tetapi tidak semua perbuatan yang netral dari segi etikanya.
D.   Hakikat Etika Filsafat

Etika filsafat dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis, metodis dan sistematis tentang tingkah laku manusia dari sudut norma-norma susila atau dari sudut baik atau buruk. Dari sudut pandang normatif, etika filsafat merupakan wacana yang khas bagi perilaku kehidupan manusia, dibandingkan dengan ilmu lain yang juga membahas tingkah laku manusia. 

1 komentar:

  1. Borgata Hotel Casino & Spa announces hiring - KLH
    Borgata Hotel 포천 출장마사지 Casino & Spa announced a hiring 제주 출장마사지 opportunity for 김천 출장마사지 its members to become a 광명 출장샵 part of the casino and hotel's Resort Rewards 서울특별 출장안마 program.

    BalasHapus