Jumat, 01 Desember 2017

Pengenalan Filsafat



PENGENALAN FILSAFAT

A.   Pengertian Filsafat
Secara umum Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.
Filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan lama. Pengetahuan lama tersebut akan menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. Hal ini senada dengan ungkapan dari Archie J.Bahm (1980) bahwa ilmu pengetahuan (sebagai teori) adalah sesuatu yang selalu berubah.

B.    Ilmu Pengetahuan sebagai Sketsa Umum Pengantar untuk Memahami Filsafat Ilmu
Ilmu-ilmu pengetahuan pada umumnya membantu manusia dalam mengorientasikan diri dalam dunia dan memecahkan berbagai persoalan hidup. Untuk mengatasi masalah-masalah, manusia membutuhkan kesadaran dalam memahami lingkungannya. Di sinilah ilmu-ilmu membantu manusia mensistematisasikan apa yang diketahui manusia dan mengorganisasikan proses pencariannya.
Tetapi kenyataannya peranan imu pengetahuan dalam membantu manusia mengatasi masalah kehidupannya sesungguhnya terbatas, yaitu pada cara kerja ilmu pengetahuan yang membatasi diri pada tujuan atau bidang tertentu.
Untukmengatasi masalah ini, ilmu-ilmu pengetahuan membutuhkan filsafat. Sehingga filsafat dianggap menjadi hal yang penting.

C.    Fenomenologi Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan                
Dalam hal ini pengetahuan dan ilmu pengetahuan, subyek adalah manusia dengan akal budinya, sedangkan obyek adalah kenyataan yang diamati dan dialami di alam semesta ini. Suatu kenyataan bahwa supaya ada pengetahuan, subyek harus terarah kepada obyek, dan sebaliknya obyek harus terbuka dan terarah kepada subyek.
Pengetahuan adalah peristiwa yang terjadi dalam diri manusia. Maka tanpa ingin meremehkan peran penting dari obyek pengetahuan, manusia sebagai subyek pengetahuan memegang peranan penting. Keterarahan manusia terhadap obyek jadinya merupakan faktor yang sangat menentukan bagi munculnya pengetahuan manusia.
Jadi, ilmu pengetahuan muncul karena apa yang sudah diketahuii secara spontan dan langsung tadi, disusun dan diatur secara sistemastis dengan menggunakan metode tertentu yang bersifat baku.
Fenomologi adalah ilmu (logos) pengetahuan tentang apa yang tampak (phainomenon). Fenomologi bisa dikatakn sebagai ilmu yang mempelajari yang tampak atau apa yang menampakkan diri atau fenomenon.
Dengan definisi diatas mulai tampaklah tendensi yang terdalam dari aliran fenomologi yang sebenarnya merupakan jiwa dan cita-cita dari semua filsafat, yaitu mendapatkan pengertian yang benar, yang menangkap realitas itu sendiri. Objek fenomologi adalah fakta atau gejala, atau keadaan, kejadian,benda atau realitas yang sedang menggejala.

D.   Filsafat Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
Franz Magnis Suseno mengungkapkan dua arah filsafat dalam usaha mencari jawaban dari berbagai pertanyaan sebagai berikut: pertama, filsafat harus mengkritik jawaban-jawaban yang tidak memadai. Kedua, filsafat harus ikut mencari jawaban yang benar. Kritikan dan jawaban yang diberikan filsafat sesungguhnya berbeda dari jawaban-jawaban lain pada umumnya. Kritikan dan jawaban itu harus dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Hal ini berarti bahwa kalau ada yang mempertanyakan atau menyangkal klaim kebenaran suatu pemikiran, pertanyaan dan sangkalan itu dapat dijawab dengan argumentasi atau alasan-alasan yang masuk akal dan dapat dimengerti.
Dari berbagai penjelasan di atas, tampak jelas bahwa filsafat selalu mengarah pada pencarian akan kebenaran. Pencarian itu dapat dilakukan dengan menilai ilmu-ilmu pengetahuan yang ada secara kritis sambil berusaha menemukan jawaban yang benar. Tentu saja penilaian itu harus dilakukan dengan langkah-langkah yang teliti dan dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Filsafat ilmu pengetahuan adalah studi gabungan yang terdiri atas  beberapa studi yang beraneka macamyang ditujukan untuk menetakan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu, filsafat dan ilmu pengetahuan mempunyai persamaan dan hubungan yang terkait.

E.    Fokus filsafat ilmu pengetahuan
Fokus filsafat ilmu pengetahuan adalah masalah metode ilmu pengethauan. Maka logika dan imajinasi merupakan dua dimensi penting dari seluruh cara kerja ilmu pengetahuan. Tugas filsafat ilmu pengetahuan adalah membuka pikiran kita untuk mempelajari dengan serius proses logis dan imajinatif dalam cara kerja ilmu pengetahuan.

F.    Manfaat belajar filsafat ilmu pengetahuan    
1.    Dengan berfilsafat, seseorang akan lebih menjadi manusia, karena terus melakukan perenungan akan menganalisa hakikat jasmani dan hakikat rohani manusia dalam kehidupan di dunia agar bertindak bijaksana.
2.    Dengan berfilsafat seseorang dapat memaknai makna hakikat hidup manusia, baik dalam lingkup pribadi maupun social.
3.    Kebiasaan menganalisisi segala sesuatu dalam hidup seperti yang diajarkan dalam metode berfilsafat, akan menjadikan seseorang cerdas, kritis, sistematis, dan objektif dalam melihat dan memecahkan beragam problema kehidupan, sehingga mampu meraih kualitas, keunggulan.
4.    Dengan berfilsafat manusia selalu dilatih, dididik untuk berfikir secara universal, multidimensional, komprehensif, dan mendalam.
5.    Belajar filsafat akan melatih seseorang untuk mampu meningkatkan kualitas berfikir secara mandiri keberagaman dan keunggulan orang lain.
6.    Belajar filsafat akan memberikan dasar-dasar semua bidang kajian pengetahuan, memberikan pandangan yang sintesis atau pemahaman atas hakikat kesatuan semua pengetahuan dan kehidupan manusia lebih dipimpin oleh pengetahuan yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar