PENGENALAN FILSAFAT
A.
Pengertian Filsafat
Secara umum Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau
sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang
dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang
sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin
melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.
Filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat
pengetahuan. Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu
setiap saat ilmu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa
meninggalkan pengetahuan lama. Pengetahuan lama tersebut akan menjadi pijakan
untuk mencari pengetahuan baru. Hal ini senada dengan ungkapan dari Archie
J.Bahm (1980) bahwa ilmu pengetahuan (sebagai teori) adalah sesuatu yang selalu
berubah.
B.
Ilmu Pengetahuan sebagai Sketsa Umum Pengantar untuk Memahami Filsafat
Ilmu
Ilmu-ilmu pengetahuan pada umumnya membantu manusia dalam
mengorientasikan diri dalam dunia dan memecahkan berbagai persoalan hidup.
Untuk mengatasi masalah-masalah, manusia membutuhkan kesadaran dalam memahami
lingkungannya. Di sinilah ilmu-ilmu membantu manusia mensistematisasikan apa
yang diketahui manusia dan mengorganisasikan proses pencariannya.
Tetapi kenyataannya peranan imu pengetahuan dalam membantu
manusia mengatasi masalah kehidupannya sesungguhnya terbatas, yaitu pada cara
kerja ilmu pengetahuan yang membatasi diri pada tujuan atau bidang tertentu.
Untukmengatasi masalah ini, ilmu-ilmu pengetahuan membutuhkan
filsafat. Sehingga filsafat dianggap menjadi hal yang penting.
C.
Fenomenologi Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
Dalam hal ini
pengetahuan dan ilmu pengetahuan, subyek adalah manusia dengan akal budinya,
sedangkan obyek adalah kenyataan yang diamati dan dialami di alam semesta ini.
Suatu kenyataan bahwa supaya ada pengetahuan, subyek harus terarah kepada
obyek, dan sebaliknya obyek harus terbuka dan terarah kepada subyek.
Pengetahuan adalah
peristiwa yang terjadi dalam diri manusia. Maka tanpa ingin meremehkan peran
penting dari obyek pengetahuan, manusia sebagai subyek pengetahuan memegang
peranan penting. Keterarahan manusia terhadap obyek jadinya merupakan faktor
yang sangat menentukan bagi munculnya pengetahuan manusia.
Jadi, ilmu
pengetahuan muncul karena apa yang sudah diketahuii secara spontan dan langsung
tadi, disusun dan diatur secara sistemastis dengan menggunakan metode tertentu
yang bersifat baku.
Fenomologi adalah ilmu (logos) pengetahuan tentang apa
yang tampak (phainomenon). Fenomologi bisa dikatakn sebagai ilmu yang
mempelajari yang tampak atau apa yang menampakkan diri atau fenomenon.
Dengan definisi diatas mulai tampaklah tendensi yang
terdalam dari aliran fenomologi yang sebenarnya merupakan jiwa dan cita-cita
dari semua filsafat, yaitu mendapatkan pengertian yang benar, yang menangkap
realitas itu sendiri. Objek fenomologi adalah fakta atau gejala, atau keadaan,
kejadian,benda atau realitas yang sedang menggejala.
D.
Filsafat Pengetahuan
dan Ilmu Pengetahuan
Franz Magnis Suseno mengungkapkan dua arah filsafat dalam
usaha mencari jawaban dari berbagai pertanyaan sebagai berikut: pertama,
filsafat harus mengkritik jawaban-jawaban yang tidak memadai. Kedua, filsafat
harus ikut mencari jawaban yang benar. Kritikan dan jawaban yang diberikan
filsafat sesungguhnya berbeda dari jawaban-jawaban lain pada umumnya. Kritikan
dan jawaban itu harus dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.
Hal ini berarti bahwa kalau ada yang mempertanyakan atau
menyangkal klaim kebenaran suatu pemikiran, pertanyaan dan sangkalan itu dapat
dijawab dengan argumentasi atau alasan-alasan yang masuk akal dan dapat
dimengerti.
Dari berbagai penjelasan di atas, tampak jelas bahwa
filsafat selalu mengarah pada pencarian akan kebenaran. Pencarian itu dapat
dilakukan dengan menilai ilmu-ilmu pengetahuan yang ada secara kritis sambil
berusaha menemukan jawaban yang benar. Tentu saja penilaian itu harus dilakukan
dengan langkah-langkah yang teliti dan dapat dipertanggungjawabkan secara
rasional.
Filsafat ilmu pengetahuan adalah studi gabungan yang
terdiri atas beberapa studi yang
beraneka macamyang ditujukan untuk menetakan batas yang tegas mengenai ilmu
tertentu, filsafat dan ilmu pengetahuan mempunyai persamaan dan hubungan yang
terkait.
E.
Fokus filsafat ilmu pengetahuan
Fokus filsafat ilmu pengetahuan adalah masalah metode ilmu
pengethauan. Maka logika dan imajinasi merupakan dua dimensi penting dari
seluruh cara kerja ilmu pengetahuan. Tugas filsafat ilmu pengetahuan adalah
membuka pikiran kita untuk mempelajari dengan serius proses logis dan
imajinatif dalam cara kerja ilmu pengetahuan.
F.
Manfaat belajar filsafat ilmu pengetahuan
1.
Dengan berfilsafat,
seseorang akan lebih menjadi manusia, karena terus melakukan perenungan akan
menganalisa hakikat jasmani dan hakikat rohani manusia dalam kehidupan di dunia
agar bertindak bijaksana.
2.
Dengan berfilsafat
seseorang dapat memaknai makna hakikat hidup manusia, baik dalam lingkup
pribadi maupun social.
3.
Kebiasaan menganalisisi
segala sesuatu dalam hidup seperti yang diajarkan dalam metode berfilsafat,
akan menjadikan seseorang cerdas, kritis, sistematis, dan objektif dalam
melihat dan memecahkan beragam problema kehidupan, sehingga mampu meraih
kualitas, keunggulan.
4.
Dengan berfilsafat manusia
selalu dilatih, dididik untuk berfikir secara universal, multidimensional,
komprehensif, dan mendalam.
5.
Belajar filsafat akan
melatih seseorang untuk mampu meningkatkan kualitas berfikir secara mandiri
keberagaman dan keunggulan orang lain.
6.
Belajar filsafat akan
memberikan dasar-dasar semua bidang kajian pengetahuan, memberikan pandangan
yang sintesis atau pemahaman atas hakikat kesatuan semua pengetahuan dan
kehidupan manusia lebih dipimpin oleh pengetahuan yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar